Home » , » MATIUS 13 : MUNGKINKAH YESUS KRISTUS TIDAK KONSISTEN..??

MATIUS 13 : MUNGKINKAH YESUS KRISTUS TIDAK KONSISTEN..??

Written By Emye Yahya on Rabu, 06 Maret 2013 | 06.42


Sebelum kita melanjutkan menganalisa persoalan ini, ada baiknya ditegaskan disini bahwa tidak sedikitpun ada pikiran dari umat Muslim yang beranggapan bahwa Yesus memiliki kekurangan, asal ngomong, tidak konsisten, penipu dan tukang bohong, karena semua umat Islam punyai keyakinan yang sama bahwa beliau adalah Rasul Allah yang selalu diberi-Nya petunjuk, itu berarti apapun yang beliau ajarkan dan ucapkan bukanlah beliau karang-karang sendiri, namun berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh Allah. Kalaupun ada analisa tentang ‘jejak-jejak’ omongan Yesus Kristus dalam alkitab yang mengarah mengkritisi dan mengkoreksi, itu sama sekali tidak untuk menggugat Yesus Kristus, namun lebih banyak usaha untuk memberikan masukan bahwa alkitab, terutama Injil (Matius, Markus, Lukas dan Johanes) kemungkinan mempunyai kesalahan dalam mencatat dan merekam apa yang diucapkan Yesus Kristus semasa hidupnya.
Umat Kristen sering memakai ayat Matius 13:13 untuk menuduh lawan diskusinya : “karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti”, ada baiknya kita telusuri apa konteks ayat tersebut :

13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Sampai disini ucapan Yesus terlihat begitu baik, beliau telah memberikan perumpaman yang indah. Jelas terlihat bahwa Yesus memisahkan antara si penabur dan benih, yang diartikan bahwa si penabur adalah ORANG YANG MENYAMPAIKAN FIRMAN ALLAH dan benih adalah FIRMAN ALLAH itu sendiri. Maka disini terlihat adanya pertentangan antara Matius 13 dengan Yohanes 1 yang menyatakan bahwa Yesus adalah firman, padahal dalam Matius 13 ini menunjukkan firman Allah adalah ajaran-ajaran Allah yang disampaikan melalui orang yang ditunjuk-Nya, sebagai petunjuk hidup bagi manusia, dan orang yang telah ditunjuk-Nya tersebut sekaligus memberikan contoh bagaimana firman tersebut dijalankan. Namun dalam prakteknya ada petunjuk Allah tersebut yang diterima dengan baik dan bermanfaat bagi si penerimanya, ada juga yang tidak berguna sama sekali. Ada 4 golongan orang yang menerima petunjuk, diantaranya hanya 1 yang bisa menjadikan petunjuk tersebut sebagai penyelamat hidupnya. Menurut saya ini betul-betul suatu perumpamaan yang indah. Pada ayat 13:19, Yesus menjelaskan apa maksud perumpamaan tersebut :

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.

Setelah beliau memberikan perumpamaan :” Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis”., yang diartikan beliau :

13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Baik dalam perumpamaan maupun dalam arti yang disampaikan tidak terkesan adanya ucapan Yesus bahwa beliau adalah firman, namun yang sangat kentara adalah pernyataan bahwa beliau adalah penabur, dibuktikan dengan kata ‘merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu’, apa yang telah ditaburkan kedalam hati..? siapa yang menaburkannya..?? arti yang logis disini adalah : Yesus telah menyampaikan petunjuk Allah (firman Allah) namun si penerima ternyata tidak mengerti. Tidak dijelaskan disini mengapa si penerima tidak mengerti..? apakah karena kebodohan atau karena tidak mau mengerti..?. dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan ada 2 pengertian tentang yang dinamakan petunjuk, yaitu ‘berupa firman yang telah disampaikan’ dan ‘memahami firman tersebut’, Firman yang telah disampaikan terdapat dalam kitab suci, Al-Qur’an, Taurat, Zabur dan Injil :

2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, 4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al Baqarah)

Kata ‘petunjuk’ pada ayat 1 merujuk kepada Al-Qur’an dan kitab-kitab yang telah diturunkan Allah sebelumnya, sedangkan kata ‘petunjuk’ pada ayat 5 mengacu kepada pemahaman yang telah diberikan Allah bagi orang yang dikehendaki-Nya. Apabila ada orang yang telah diberi petunjuk namun tidak memahami petunjuk tersebut penyebabnya dijelaskan oleh Allah, karena ‘qalbu’ dari si penerima tidak siap untuk menerima pemahaman terhadap petunjuk tersebut, dan menjadi tugas manusia berbekal kemampuan yang telah dilimpahkan Allah untuk mebersihkan qalbu tersebut agar siap menerima pemahaman tersebut. Lebih lengkap tentang mekanisme memahami petunjuk ini bisa dilihat dalam tulisan saya : PANDANGAN AL-QUR’AN TENTANG KEABSAHAN FIRMAN TUHAN (http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3855_0_8_0_C)

Selanjutnya Yesus Kristus menjelaskan apa artinya maksud perumpamaan :” Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar”, beliau menjelaskan :

13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

menunjuk kepada orang yang sekalipun telah memahami firman tersebut, namun ‘tidak tahan banting’ dan kembali mengingkarinya begitu ada penindasan dan penganiayaan terhadap diri orang tersebut akibat beralihnya keimanan. Yesus menyatakan orang seperti ini diibaratkan ‘tanah yang berbatu dan tipis’. Selanjutnya Yesus Kristus memberikan perumpamaan yang lain :”Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati”, yang diartikannya :

13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Inilah gambaran manusia yang juga sering disinggung dalam Al-Qur’an, orang yang terpedaya tipuan dan kesenangan duniawi dan membuatnya lupa akan petunjuki Allah :

20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al Hadiid)

Terakhir, Yesus menggambarkan orang-orang yang dimampukan memahami petunjuk sebagai :” Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah”, lalu diartikan :

13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Disini juga tidak dijelaskan faktor yang menyebabkan seseorang bisa mengerti dan memahami firman Allah, Al-Qur’an mengajarkan kepada kita, bahwa pengertian dan pemahaman akan firman Allah merupakan kehendak dan kekuasaan Allah semata, dan disisi manusianya terdapat kewajiban untuk ‘mempersiapkan diri’ menerimanya dengan cara membersihkan qalbu, anda bisa melihatnya kembali mekanisme ini dalam tulisan saya : PANDANGAN AL-QUR’AN TENTANG KEABSAHAN FIRMAN TUHAN (http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3855_0_8_0_C)

Diantara ungkapan perumpamaan pada kelompok ayat sebelumnya dengan penjelasan Yesus Kristus tentang arti perumpamaan tersebut terdapat dialog yang menarik, yang menjelaskan mengapa Yesus menyampaikan ajarannya lewat perumpamaan dan tidak menjelaskannya secara langsung :

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Ini juga ada kesesuaian dengan ajaran Al-Qur’an tentang perumpamaan :

26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, 27. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Al Baqarah)

Perumpamaan adalah cara Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya lewat para utusan, baik Alkitab maupun Al-Qur’an menjelaskan bahwa dari perumpamaan tersebut bisa muncul 2 kemungkinan, yaitu : mendapat pemahaman atau malah tersesat dan kedua-duanya diindikasikan merupakan kekuasaan Allah semata. Dalam al-Qur’an ini disebut secara terang dan jelas bahwa bagi siapa yang mendapat petunjuk atau sesat, itu semata-mata atas kekuasaan Allah, tentunya dengan beberapa penyebab sesuai apa yang disampaikan pada ayat 27 surat Al-Baqarah. Dalam Alkitab ini disampaikan secara tersirat dengan adanya kalimat:”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya”. Jelas disebut bahwa ‘rahasia kerajaan sorga’ adalah ‘karunia yang diberikan’, dan dijelaskan bahwa ada orang yang diberikan karunia ada yang tidak diberikan. Siapa yang berkuasa memberikan karunia..?? tentunya Allah, lalu mengapa ada yang diberikan karunia dan ada yang tidak..?? dalam kalimat selanjutnya diterangkan ‘karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberikan’, apa yang harus dipunyai seseorang agar karunia pemahaman tersebut diberikan..?? dalam rangkaian ayat ini tidak ada penjelasan, namun kita bisa menemukannya dalam Al-Qur’an dalam kalimat negasi, bahwa Allah TIDAK AKAN MEMBERIKAN PEMAHAMAN TERHADAP PETUNJUK YANG TELAH DISAMPAIKAN kepada orang fasik, kafir dan zalim :

258. …dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al Baqarah)
264. …dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Al Baqarah)
108. … Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Al Maaidah)

arti dari kezaliman disini bisa diartikan zalim terhadap Allah seperti mempersekutukannya dengan yang lain, terhadap orang lain seperti berbuat tidak adil, menipu, membunuh, dll dan terhadap diri sendiri seperti mabuk, tidak menjaga kesehatan, dll, maka pemahaman terhadap petunjuk akan dikaruniakan kalau kita menghindari perbuatan tersebut.

Permasalahan muncul ketika adanya pernyataan Yesus : “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak”, kalau memang kepada murid-muridnya sudah diberikan ‘rahasia kerajaan sorga’ lalu mengapa Yesus Kristus tetap harus menjelaskan arti dari perumpamaan tersebut..?? apakah Yesus tidak konsisten..?,

Dalam ayat selanjutnya, ‘ketidak-mengertian’ murid-murid ini digambarkan lebih lanjut, ketika Yesus kembali menyampaikan perumpamaan dalam Matius 13:24 s/d 35. Anehnya, murid-muridnya yang telah dinyatakan Yesus ‘telah diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan sorga’, ternyata tidak mengerti juga dengan maksud perumpamaan tersebut dan bertanya :

13:36 Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

dan sekali lagi Yesus Kristus harus menjelaskan artinya dalam Matius 13:37 s/d 50 :

Setelah diberikan penjelasan sejelas-jelasnya, barulah para murid tersebut mengerti :

13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”

Perumpamaan yang disampaikan Yesus Kristus ternyata tidak dimengerti oleh siapapun, sampai beliau harus menerangkan sendiri apa artinya, padahal sebelumnya beliau mengatakan :” Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak” lalu disambung lagi :”Karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti”. Ternyata ini terjadi pada murid-murid Yesus sendiri, dan mungkin juga terjadi kepada umat Kristen sekarang yang merasa sudah memahami apa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, tapi sebenarnya sama sekali tidak memahaminya…
SOURCE : FAKTA ( FORUM ANTI KRISTENISASI DAN PEMURTADAN )
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger