Home » , » Perbandingan Muhammad dan Isa al-Masih

Perbandingan Muhammad dan Isa al-Masih

Written By Emye Yahya on Jumat, 15 Maret 2013 | 13.15



قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al-Baqarah(2):120)

Orang-orang kafir (Yahudi dan Nasrani) selalu mencari jalan untuk memadamkan cahaya agama Allah dan menggelincirkan umat Islam dari Tuahid. Salah satu cara mereka adalah membanding-bandingkan atau membeda-bedakan Nabi Muhammad Saw dan Nabi Isa Al-Masih As, sedangkan Allah perintahkan orang-orang beriman untuk tidak membeda-edakan mereka.

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah(2):136)

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Al-Baqarah(2):285)

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali-Imran(3):84)

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa(4):152)
Di bawah ini adalah usaha mereka dalam mendangkalkan aqidah umat Muslim dengan membeda-bedakan para Nabi Allah dan tanggapan singkat saya (dengan teks tebal)…

KELAHIRAN MEREKA
Muhammad
Bapaknya adalah Abdallah; dan ibunya, Aminah. Dia dilahirkan dari hubungan ayah dan ibu bukan lahir secara mujizat (rohani). Kelahirannya tidak diwartakan oleh seorang malaikat, dan juga tidak lahir oleh Firman Allah. Dia lahir dengan cara yang biasa sama seperti kita, yaitu karena hubungan seorang ayah dan ibu.

Isa Al-Masih
Bapa-Nya bukan seorang manusia. Dia dikandung oleh Perawan Maryam tanpa hubungan dengan seorang lelaki, karena Allah meniupkan Roh-Nya di dalamnya. Hal ini berarti Isa Al-Masih adalah satu-satunya di seluruh dunia yang dilahirkan dari Kalimat (Firman) Allah dan Roh Allah. (Sura 4:171; 21:91; 66:12).

Tanggapan
Hal ini berarti Isa Al-Masih adalah satu-satunya di seluruh dunia yang dilahirkan dari Kalimat (Firman) Allah dan Roh Allah. (Sura 4:171; 21:91; 66:12).

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (An-Nisa (4):171)

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al-Anbiya (21):91)
dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta’at. (At-Tahrim (66):12)

Memang benar Isa Al-Masih diciptakan Allah dengan ditiupkan roh ciptaan Allah ke dalam rahim Mariam dengan firman Allah (kun=jadilah). tapi salah jika dikatakan hanya Isa Al-Masih yang diciptakan dengan ditiupkan roh ciptaan Allah dengan firman-Nya (kun=jadilah), karena ada manusia lainnya yang diciptakan demikian yaitu Adam dan kita sendiri sebagai manusia, sebagaimana dapat kita baca dalam Al-Qur’an;

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Al-’Imran (3):59)

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (As-Sajdah (32):9)
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”. (Saad (38):72)

JANJI-JANJI ILAHI TENTANG MEREKA
Muhammad
Dalam Al Qur’an tidak tertulis bahwa Muhammad adalah Kalimat Allah yang berinkarnasi. Dia hanya mendengarkan Firman Allah dari seorang malaikat dan mengulanginya untuk para pendengarnya. Allah tidak memberitahukan kelahiran Muhammad kepada ibunya; dan juga Roh Allah tidak ditiupkan ke dalam Aminah. Nama Maryam dicatat 34 kali dalam Al Qur’an; tetapi nama ibunya Muhammad tidak dicatat sama sekali.

Isa Al-Masih
Janji-janji ilahi yang diberikan kepada Maryam ttg Al-Masih terdapat dalam Sura 3:45. Allah sendiri memberitahukan kepada Maryam tentang kelahiran Al-Masih dengan menyebut Isa “kalimat (yang datang) daripada-Nya”. Semua nabi mendengar Firman Allah dan menuliskannya dengan sungguh-sungguh. Bagi Al-Masih, Dia tidak hanya mende-ngar Firman Allah, tapi diri-Nya sendiri juga ada-lah merupakan inkarnasi Firman Allah yang agung.

TANGGAPAN
Nabi Muhammad SAW memang bukan inkarnasi firman Allah, tapi apakah di dalam Al-Qur’an Isa Al-Masih AS disebut sebagai inkarnasi firman Allah? tidak, tidak ada! apakah untuk mengetahui seseorang mulia hanya dengan menghitung berapa kali nama orang tersebut tertulis di kitab? coba sekarang hitung berapa kali Bibel menyebut nama Yesus dan berapa kali Bibel menyebut nama nabi-nabi lainnya, saya yakin lebih banyak nama nabi-nabi selain Yesus yang disebut.

Semua nabi-nabi Allah (tidak terkecuali nabi Isa Al-Masih AS) mendengar firman Allah. misionaris mengatakan Isa Al-Masih AS tidak hanya mendengar firman Allah tetapi juga dirinya juga merupakan inkarnasi firman Allah. jika Isa Al-Masih AS adalah inkarnasi firman Allah, mengapa dia juga tetap menerima firman???

Yoh 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Yoh 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Yoh 17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Yoh 17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh 17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

KESUCIAN HIDUP MEREKA
Muhammad
Konon ketika Muhammad masih kanak-kanak, dua malaikat datang dan menyucikan hatinya. Ahli agama Islam mendukung cerita ini sebagaimana tertulis dalam Sura 94:1-3. Sejak itu, Muhammad mendapatkan gelar kehormatan al-Mustafa, “Orang Yang Terpilih.” Dia sendiri bukanlah orang yang suci dan benar, karena dua malaikat harus mengambil beban dari hatinya dan menyucikannya. Muhammad mengaku secara terbuka tiga kali dalam Al-Qur’an bahwa dia harus meminta pengampunan dari (Sura 40:55; 47:19; 48:1-2).

Isa Al-Masih
Al-Qur’an mengatakan bahwa Anak Maryam akan menjadi yang “paling suci” sejak saat Dia dilahir-kan (Sura 19:19). Ahli-ahli agama Islam al-Tabari, al-Baidawi, dan al-Zamakhshari setuju bahwa julukan “paling suci” berarti tidak bersalah dan tidak berdosa. Al-Qur’an bersaksi beberapa kali bahwa nabi-nabi tertentu telah berbuat dosa – ke-cuali Al-Masih, yang selalu hidup suci. Al-Masih dilahirkan dari Roh Allah; Dia adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, hidup penuh dengan kesucian sejak kelahiran-Nya.

TANGGAPAN
Setiap nabi diberikan kemuliaan dan keistimewaan oleh Allah, yang kemuliaan dan keistimewaan antara satu nabi dengan nabi lainnya tidaklah sama. namun bukan menjadi alasan bagi kita untuk mengimani seorang nabi dan mendustakan yang lainnya hanya karena salah satu nabi di pandang memiliki kedudukan paling tinggi, sebab bukan karena alasan itu Allah memberikan kemuliaan dan keistimewaan yang berbeda-beda kepada para nabi-Nya.

Muhammad mengaku secara terbuka tiga kali dalam Al-Qur’an bahwa dia harus meminta pengampunan dari (Sura 40:55; 47:19; 48:1-2).
Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (Al-Mu’min (40):55)

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (Muhammad (47):19)

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, (Al-Fath (48):1-2)

Ayat-ayat di atas bukanlah pengakuan Nabi Muhammad SAW terhadap dosa-dosanya, melainkan perintah Allah agar Rasulullah SAW memohon ampunan dari dosa-dosa, walaupun tidak ada dosa sedikit pun yang pernah dilakukan Rasulullah SAW karena Allah telah menjaga Beliau SAW dari segala dosa.

Bagaimana Yesus di dalam Bible???
Markus 1:4-5
Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

Baptis adalah salah satu cara agar Allah mengampuni dosa, ternyata kemudian Yesus datang untuk bertobat dan dibaptis Yohanes.

Markus 1:9
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
Artinya, Yesus telah bertobat dari dosa, hanya orang yang berdosa yang harus bertobat!!!

INSPIRASI MEREKA
Muhammad
Beberapa kumpulan Tradisi (Hadits) menyebutkan bahwa setiap kali Muhammad mendapatkan inspirasi, Muhammad langsung menjadi seperti tidak sadar. Abu Huraira mengatakan, “Ketika inspirasi memasuki Muhammad, dia menjadi pucat pasi.” Dalam buku al-Rewaya, ada tertulis: “Wajahnya menjadi seperti depresi, dan matanya menjadi cekung. Kadangkala ia menjadi jatuh tertidur pulas sekali.” Menurut ahli agama Islam dan kesaksian-kesaksian mereka, Allah tidak berbicara langsung kepada Muhammad tetapi melalui malaikat Jibrail. Allah menjaga jarak dengan dia, bahkan pada saat datangnya inspirasi.
Inspirasi kepada Muhammad dalam Al- Qur’an dan dalam Hadits terkumpul dalam Syariat (Hukum Islam), yang memuat segala perintah agung dan larangan-larangan. Wujud akhir dari inspirasi kepada Muhammad berbentuk “buku-buku”: Al-Qur’an and Hadits, yang semuanya terkumpul dalam Syariat.

Isa Al-Masih
Al-Masih tidak pernah menerima inspirasi melalui malaikat Jibrail atau pihak ketiga. Diri-Nya sendiri adalah kebenaran yang menjelma menjadi manusia (Sura 19:34), Firman Allah yang kekal. Al-Masih tahu segala rahasia di atas surga dan di bumi, karena Allah memberitahu Dia segala sesuatu yang telah ditulis dalam Kitab Surgawi (al-Lauh al-Mahfudh) (Sura 3:48). Jadi, Al-Masih dipenuhi oleh Firman Allah. Dia tidak mengucapkan kalimat lain selain kata-kata yang berasal dari Allah. Dia mengucapkan kalimat yang menenangkan dan memberikan petunjuk kepada ibu-Nya, segera setelah Dia dilahirkan (Sura 19:24-26).
Inspirasi kepada Al-Masih adalah “diri-Nya sendiri.” Injil-Nya bukanlah berbentuk suatu hukum melainkan pewahyuan atas kehidupan-Nya. Juga, Al-Masih memberikan para pengikut-Nya kuasa Roh Kudus, sehingga mereka dapat meme-nuhi perintah-perintah-Nya. Murid-murid-Nya tdk secara utama percaya pada suatu agama, dan mere-ka juga tidak hidup di bawah hukum; tetapi lebih dari itu, mereka percaya pada suatu pribadi. Mere-ka berpegang erat pada Al-Masih, dan mengikut Dia. Al-Masih itu sendiri adalah inspirasi Allah.

TANGGAPAN
Cara Allah menyampaikan wahyu memang tidak sama antara nabi satu dengan nabi lainnya, ada yang mendengar wahyu langsung dari Allah, dengan perantara malaikat, atau melalui mimpi. Tidak selalu wajah Nabi Muhammad menjadi pucat pasi ketika menerima firman Allah, tergantung dari berat ringanya wahyu yang Beliau Saw terima.

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Ash-Shura (42):51)

Isa Al-Masih AS di dalam Al-Qur’an tidak pernah disebut firman atau kebenaran yang menjelma sebagai manusia, Isa Al-Masih AS menerima wahyu sebagaimana nabi-nabi lainnya, menerima Injil dari Allah, sebagaimana dapat kita baca dalam ayat-ayat berikut;
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (An-Nisa (4):163)

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya (Isa Al-Masih AS) Al Kitab , Hikmah, Taurat dan injil. (Al-’Imran (3):48)

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al-Ma’idah (5):46)

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam (19):30)

Isa Al-Masih AS:
kebenaran yang menjelma menjadi manusia (Sura 19:34)
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (Maryam (19):34)
Tapi sayang tidak ada pernyataan kebenaran yang menjelma menjadi manusia pada ayat di atas, dengan kata lain itu hanya bualan kosong Kristen. sebagai muslim kami meyakini apa yang telah diucapkan Isa Al-Masih AS di dalam Al-Qur’an penuh dengan kebenaran,

sebagaimana ucapan-ucapan Isa Al-Masih AS di bawah ini;

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘isa putera maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (Al-Ma’idah (5):116)
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (Maryam (19):30)

Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Ash-shaff  (61):6)

KEAJAIBAN-KEAJAIBAN MEREKA
Muhammad
Ahli agama Islam mengatakan bahwa keajaiban yang diberikan Allah kepada Muhammad adalah ayat-ayat Al-Qur’an dalam Sura. Dengan demikian, keajaiban dari Muhammad bukan dalam bentuk perbuatan tetapi dalam bentuk firman.
Muhammad diperintahkan malaikat untuk mencari petunjuk dari orang-orang yang membaca Kitab, agar dia dapat mengerti arti wahyu yang diberikan kepadanya: “Maka jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.” (Sura 10:94).
Setiap orang yang membandingkan keajaiban Muhammad dengan keajaiban Al-Masih menemukan bahwa tanda keajaiban dari Muhammad hanyalah berupa firman, di mana tanda keajaiban dari Al-Masih berupa keajaiban-keajaiban yang berbentuk perbuatan yang dilakukan atas dasar kasih dan rahmat.

Isa Al-Masih
Al-Qur’an bersaksi berulang kali mengenai kerja sama antara Allah, Al-Masih dan Roh Kudus. Tritunggal bekerja sama dalam kesatuan yang sempurna, melakukan keajaiban-keajaiban dari Al-Masih secara bersamaan. Al-Qur’an menggambar-kan karya-karya Al-Masih yang unik dan perbuatan penyembuhan yang agung (Sura 19:31) dan bahwa berulang kali Al-Masih membangkitkan orang mati (Sura 3:49; Sura 5:110). Al-Masih tidak mengutuk musuh-Nya, melainkan menunjukkan diri-Nya sebagai sumber kebaikan serta kasih dan rahmat kepada semua manusia (Sura 3:49; 5:110). Al-Masih menghembuskan nafas-Nya ke burung yang terbuat dari tanah dan burung tersebut menjadi hidup, sama seperti Allah menghembuskan nafas-Nya kepada Adam. Ini berarti Al-Masih memiliki Roh yang dapat memberi kehidupan dalam diri-Nya; Dia mampu menghembuskan hidup ke dalam benda mati (burung yang terbuat dari tanah) (Sura 3:49). Al-Masih menyiapkan makanan semeja penuh, yang diturunkan-Nya dari surga untuk mengenyangkan orang banyak di padang pasir (Sura 5:112-115).
Muhammad mengacu pada Isa Al-Masih dan mengatakan bahwa Al-Masihlah yang mengetahui rahasia manusia dan dapat melihat apa yang tidak terlihat; kemampuan-kemampuan seperti ini hanyalah dimiliki oleh Allah. (Sura 3:49).

TANGGAPAN
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad SAW yang utama dan abadi sampai dengan sekarang. tapi bukan berarti nabi Muhammad SAW sama sekali tidak pernah Allah berikan mukjizat. mukjizat nabi muhammad SAW diantaranya;
Telah menceritakan kepada kami Musaddad Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bahdan Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim dari Abu Ma’mar dari Ibnu Mas’ud dia berkata; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bulan terbelah menjadi dua bagian. Sebagian di atas bulan, sebagian lagi dibawahnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Saksikanlah! (Sahih Bukhari 4486)

Telah bercerita kepada kami Abu Nu’aim telah bercerita kepada kami ‘Abdul Wahid bin Aymanberkata, aku mendengar bapakku dari Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah di suatu hari Jum’at berdiri di atas sebatang pohon atau pohon kurma lalu ada seorang wanita atau seorang laki-laki Anshar berkata; Wahai Rasulullah, Bagaimana kalau kami buatkan mimbar untuk baginda? ‘. Beliau menjawab; Silakan, bila kalian kehendaki. Maka mereka membuatkan untuk beliau sebuah mimbar. Ketika hari Jum’at beliau naik ke atas mimbar lalu batang pohon kurma tadi berteriak bagaikan teriakan bayi. Maka kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam turun menghampiri batang pohon tersebut lalu memeluknya sehingga teriakannya melemah hingga bagaikan rintihan bayi yang akhirnya diam dengan sendirinya. Beliau bersabda: Batang kayu itu menangis karena mendengar dzikir di sekelilingnya. (Sahih Bukhari 3319)

Telah bercerita kepada kami Abdurrahman bin Mubarak telah bercerita kepada kami Hazm berkata; Aku mendengar Al Hasan berkata, telah bercerita kepada kami Anas bin Malik radliallahu ‘anhuberkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bepergian diantara kepergiannya beliau, saat itu turut bersama beliau beberapa orang sahabat. Mereka berangkat dan melakukan perjalanan, waktu shalat pun tiba namun mereka tidak mendapatkan air untuk berwudlu’. Lalu ada seorang laki-laki dari suatu kaum datang dengan membawa segelas air. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil gelas air tersebut dan beliau pergunakan untuk wudlu’, lalu beliau buka keempat jari beliau dan beliau (letakkan) di atas gelas tersebut dan beliau sabdakan: Bangunlah kalian untuk berwudlu’. Maka rombongan itu berwudlu’ hingga memenuhi keinginan semua orang yang hendak berwudlu’. Saat itu jumlah mereka tujuh puluh orang atau sekitar itu. (Sahih Bukhari 3309)

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. (Yunus (10):94)

Ayat di atas bukanlah perintah untuk mencari petunjuk kepada ahli kitab, melainkan Allah memberikan izin kepada Rasulullah SAW apabila ragu dengan apa yang Allah turunkan kepada Beliau SAW untuk bertanya tentang kebenaran yang Allah wahyukan tentang Bani Israel. tetapi Rasulullah tidak pernah ragu sedikitpun dan oleh karenanya tidak pernah bertanya kepada ahli kitab, sebagaimana hadist; Qatadah bin Di’amah berkata, telah sampai kepada kami bahwa sesungguhnya rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak ragu dan Aku tidak bertanya.”  

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (Maryam (19):31)

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (Al-’Imran (3):49)

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. (Al-Ma’idah (5):110)

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami ?”. ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”. Isa putera Maryam berdo’a: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”. (Al-Ma’idah (5):112-115)

Sekali lagi, tritunggal hanya ada di teologi Kristen, tidak ada dalam Islam! roh kudus dalam Islam adalah malaikat Jibril bukan seperti roh kudus di dalam Kristen. pada ayat-ayat di atas sudah sangatlah jelas, Isa Al-Masih bisa melakukan mukjizat atas izin Allah, bukan kuasa dirinya sendiri. daripada menyembah Isa Al-Masih yang baru dapat berbuat mukjizat setelah memperoleh izin Allah, apakah tidak lebih baik menyembah Allah yang memberikannya izin sehingga Yesus dapat bermukjizat???

KEMATIAN MEREKA
Muhammad
Dalam biografi mengenai sang Nabi, Ibn Hisham menulis bahwa Muhammad wafat setelah sakit karena demam yang tinggi. Sebelum kematiannya, Muhammad mengatakan bahwa racun dari bangsa Yahudi telah mematahkan hatinya. Ketika seorang budak wanita Yahudi memberikan racun pada makanan Muhammad, seorang tamu yang makan bersamanya meninggal! Muhammad sendiri merasakan racun dalam makanannya dan memuntahkannya sebelum dia telan. Namun demikian, tubuhnya telah menyerap sebagian dari racun tersebut, dan itu yang menyebabkan kematiannya.

TANGGAPAN
Dari Anas bin Malik ra., katanya : Rasulullah s.a.w. memasuki Khaibar pagi hari. Waktu itu mereka keluar kelapangan. Setelah mereka melihat beliau mereka berkata :”Muhammad dan tentara”. Lalu mereka segera menempati benteng mereka. Nabi s.a.w mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa : “Allahu Akbar”! Hancurlah Khaibar! Bila kami duduki lapangan suatu kaum, maka amat buruk pagi hari orang yang diberi peringatan (tetapi) tidak menurut.” (HR. Bukhari 1550)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Setelah Khaibar diduduki, ada orang yang menghadiahkan daging kambing yang beracun kepada Nabi saw.
Beliau bertanya : “Adakah kamu isikan racun dalam daging kambing ini?”
Jawab mereka : ”Ya”.
Tanya beliau : “Apakah yang mendorong kamu berbuat demikian?”
Jawab mereka : ”Maksud kami ialah, kalau sekiranya tuan seorang pendusta, kami akan senang. Dan kalau sekiranya tuan seorang Nabi, racun itu tidak akan membahayakan tuan.” (HR. Bukhari 1412)
Perang Khaibar terjadi pada tahun 628 M (tahun ke 7 H ). Awal Hijrah 622 M= 1 Hijriyah, Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah, Nabi Muhammad wafat tahun 632 M. Jadi setelah makan daging kambing ternyata nabi Muhammad masih hidup selama 4 tahun.
Nabi Muhammad menaklukkan Mekah tahun 630.

Bagaimana mungkin seorang yang sakit bisa memimpin pasukan untuk menaklukkan Mekah dan membersihkan Mekah dari berbagai patung?
Isa Al-Masih
Kematian Al-Masih dengan jelas diwartakan dalam Al-Qur’an, menggenapi rencana Allah sebagai berkat bagi segala umat manusia (Sura 3:55). Al-Masih tidak dibunuh secara tidak sengaja, tetapi mati secara suka rela sesuai dengan kehendak Allah, dalam kedamaian. Al-Masih tidak mati karena dosa-Nya sendiri, tetapi karena memikul dosa kita dan mati bagi kita. Ada kedamaian dan makna yang agung yang menyelubungi kematian-Nya, menurut Sura 19:33, karena Dia, Domba Allah, memikul dosa dunia dalam kasih-Nya.

TANGGAPAN
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: `Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya`.(Ali-‘Imran (3):55)

Makna ayat di atas adalah Allah SWT akan mengangkat Nabi Isa kepada Nya dan akan mewafatkannya pada saat ajalnya tiba, sesudah turun dari langit pada waktu yang ditentukan sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw, yang artinya ialah:
“Demi (Allah), yang jiwaku di tangan Nya, Isa putra Maryam akan turun di antaramu sebagai hakim yang adil, kemudian ia akan memecah salib, membunuh babi, menghentikan peperangan, dan membagi-bagikan harta, sehingga tak seorangpun yang akan menerimanya (karena tidak membutuhkan lagi) dan merasa bahwa sujudnya (ibadahnya) lebih utama dari dunia dan semua isinya”
“Allah membersihkan Isa as dari orang-orang kafir”, dengan menyelamatkannya dari kejahatan, cercaan serta nistaan dan tuduhan, yang akan mereka lakukan; dan akan menjadikan pengikut-pengikutnya yang beriman itu percaya bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan Nya, dan percaya akan kata-kata Isa bahwa beliau diutus untuk memberi kaber gembira kedatangan seorang utusan Allah, yang akan datang sesudahnya, yang bernama Ahmad (Nabi Muhammad saw).
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali `.(Maryam (19):33)

Pada ayat di atas Isa Al-Masih as  berdoa atau berharap agar Allah memberikan kesejahteraan kepadanya, pada hari ia dilahirkan, meninggal dan pada hari diabangkitkan dan yang di maksud dibangkitkan hidup kembali adalah pada saat hari kiamat setelah Isa Al-Masih as benar-benar telah wafat. Ayat tersebut sama sekali tidak menunjukkan atau membuktikan Isa Al-Masih as mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit setelah tiga hari tiga malam sebagaimana keyakinan agama Kristen. Pada ayat al-Qur’an lainnya justru membantah Isa Al-Masih as mati disalib;

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An-Nisa (4):157)

KEJADIAN SETELAH KEMATIAN MEREKA
Muhammad
Muhammad dikuburkan di Medinah, dan kuburannya masih ada sampai sekarang. Orang Islam percaya bahwa rohnya menjadi perantara bagi mereka yang sudah meninggal (Barzakh), sambil menunggu Hari Penghakiman.

Isa Al-Masih
Allah memanggil anak Maryam keluar dari kuburan dan mengangkat Isa Al-Masih kepada-Nya (Sura 3:55; 4:158). Isa Al-Masih sekarang berdiam dekat Allah, sangat dihormati baik di bumi maupun dalam kekekalan (Sura 3:45). Kuburan Al-Masih telah kosong, karena Dia memang telah dibangkit-kan, seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya. Karena hidup lebih besar daripada kematian, demi-kian juga Isa lebih besar daripada Muhammad. Isa berada di dalam kekekalan.

TANGGAPAN
Orang Islam percaya roh nabi Muhammad SAW menjadi perantara bagi mereka yang sudah meninggal…
Pernyataan bodoh apa ini?! Tidak ada seorang Muslim yang aqidahnya lurus percaya roh Nabi Muhammad SAW akan menjadi perantara bagi mereka yang sudah meninggal…

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”  (Ali-Imran (3):55)

Saya sudah menjelaskan makna ayat Ali-Imran (3):55 di atas, baca sekali lagi saya tidak akan mengulanginya lagi…
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa (4):158)

Ayat di atas sengaja tidak disertakan ayat sebelumnya agar terkesan Al-Qur’an  mendukung pernyatan Bible bahwa Yesus mati di salib, dikubur, dan dibangkitkan. Allah mengangkat Isa AS justru untuk menyelamatkannya dari usaha penyaliban dan pembunuhan orang-orang Yahudi, ini dapat dibaca dalam ayat 157 pada surat yang sama…

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An-Nisa (4):157)

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat[195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),  (Ali-Imran (3):45

Semua Nabi-Nabi Allah adalah orang-orang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan juga yang didekatkan…
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi orang-orang yang menyakiti Musa. Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat (terkemuka/wajihan) di sisi Allah” (Al Ahzab(33): 69)

“…Kuburan Al-Masih telah kosong, karena Dia memang telah dibangkit-kan, seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya. Karena hidup lebih besar daripada kematian, demi-kian juga Isa lebih besar daripada Muhammad. Isa berada di dalam kekekalan.”
Kuburan Al-Masih kosong, dibangitkan, dalam kekekalan, dan Isa AS lebih besar daripada Nabi Muhammad adalah keyakinan penulis, tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an yang mendukung asumsi tersebut.

KEDAMAIAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Muhammad
Setiap kali menyebutkan nama Muhammad, seluruh umat Muslim berdoa: “Kiranya Tuhan mendoakan dia dan memberi dia damai.” Doa mereka mengindikasikan bahwa damai Allah belum datang kepada Muhammad, walaupun para pengikutnya telah mendoakan dia selama berabad-abad! Muhammad adalah nabi yang secara terus-menerus membutuhkan campur tangan pengikut-nya, bukan sebaliknya. Al-Qur’an menyaksikan bahwa Allah sendiri, seluruh malaikat dan seluruh umat Muslim, harus mendoakan Muhammad dengan tekun untuk menyelamatkan dia pada hari penghakiman (Sura 33:56).
Muhammad memerintahkan lebih dari 16 kali untuk membunuh musuh-musuhnya, orang yang tidak percaya, dan orang yang keluar dari Islam (Sura 2:191; 4:89; 8:39; 9:5). Muhammad tidak membawa damai ke dunia tetapi peperangan. Dia mengutus pasukannya untuk menyerang dan perang suci lebih dari 30 kali. Dia sendiri turut serta dalam penyerangan dan ekspedisi sebanyak 29 kali. Setiap orang Islam yang mati dalam perang suci dijanjikan akan langsung diangkat ke surga. Muhammad mewajibkan setiap umatnya untuk berperang melawan musuh-musuhnya. (Sura 4:95,96; 25:52).

Isa Al-Masih
Dalam Sura Maryam, Al-Masih dituliskan berkata: “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (Sura 19:15). Putra Maryam adalah Pangeran Kedamaian yang hidup sebagai manusia biasa dalam damai dengan Allah dari mula hingga akhirnya. Tidak ada yang memisahkan Dia dari berkat kekal Allah. Al-Masih tidak mati untuk dosa diri-Nya, tetapi sebagai pengganti bagi dosa-dosa kita. Bahkan dalam kematian-Nya, Isa mengalami damai dengan Allah.
Walaupun Orang Yahudi menghukum Dia dengan kejam, tetapi Al-Masih yang rendah hati dan lembut tidak membela diri-Nya dengan pedang. Dia melarang pengikut-Nya untuk mengalirkan darah musuh-musuh-Nya (Mat 26:52). Setiap orang Kristen yang berperang dengan senjata yang mematikan untuk penyebaran Injil dan menumpah-kan darah orang lain berarti memberontak kehen-dak Tuhan. Dia akan diadili sebagai orang yang tidak taat pada perintah Pangeran Kedamaian. Hanya Al-Masih yang membangun kedamaian yang sejati tanpa perang dan pembunuhan. Al-Masih lebih suka mencurahkan darah-Nya yang berharga untuk menyelamatkan musuh-musuh-Nya, sehingga mereka tidak akan binasa. Dia bahkan berdoa untuk mereka: “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

TANGGAPAN
Doa kepada Nabi Muhammad saw yang dilakukan Muslim bukanlah bukti bahwa Nabi saw belum selamat, selain itu umat Muslim juga dianjurkan membaca doa keselamatan apabila mendengar salah satu nama Nabi Allah disebut termasuk Isa Al-Masih as. Seluruh Nabi telah Allah jamin keselamatannya di dunia dan di akhirat termasuk Nabi Muhammad Saw, sebagimana dapat kita baca dalam ayat;
Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya (Al-Hajj (22):15)

Apapun yang dilakukan para Nabi Allah (termasuk Nabi Muhammad Saw) adalah atas perintah Allah, termasuk dalam hal perang. Jika Allah memerintahkan Nabi Muhammad unuk memerangi orang-orang kafir yang memerangi Nabi dan umatnya serta mengusir mereka dari kampung halaman, itu karena Nabi Muhammad lebih memiliki kapasitas untuk melakukan pembelaan diri melalui peperangan, sedangkan Isa Al-Masih tidak. Tapi jika dikatakan Yesus dalam Bible sama sekali tidak pernah terlibat dengan pedang…tentu itu hanya isapan jempol kaum misionaris.

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. (Lukas: 12:51)

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (Matius 10:34)

Untuk apa Yesus membawa pedang dan memerintahkan murid-muridnya unuk membeli pedang? Apakah untuk memotong kulit khatan orang-orang Israel? Tentu tidak!

Yesus dalam Bible juga di doa-kan
Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Matius: 21:9)

Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel, (Matius 21:15)

Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, (Markus 11:9)

diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!” (Markus 11:10)

mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” (Yohanes 12:13)

Hosana (menurut kamus browning) adalah kata Ibrani yang berarti berilah kiranya keselamatan, kami berdoa. Jika misionaris berpendapat Nabi Muhammad Saw belum selamat karena masih didoakan umatnya, maka Yesus dalam ayat-ayat di atas bisa dikatakan BELUM DIBERKATI karena masih di doa-kan.

RAHMAT ALLAH
Muhammad
Muhammad dijuluki `rahmat’: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi)
rahmat bagi semesta alam.” (Sura 21:107). Inspirasi kepada Muhammad dapat ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, dalam berpuluh-puluh ribu deklarasi dalam Hadits, dan dalam tata cara kehidupan praktis dia sehari-hari (al-Sunna). Sumber-sumber ini disatukan dan dikompilasikan menjadi hukum Islam (Syariat), yang terdiri dari perintah-perintah dan larangan-larangan. Hukum ini mengatur segala aspek kehidupan umat Muslim. Kehidupan orang Islam diatur oleh Hukum Islam yang, menurut teologi Islam, adalah bukti nyata akhir dari rahmat Allah kepada orang Islam.

Isa Al-Masih
Kita baca di Al-Qur’an bahwa Allah menyebut Isa: “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Maryam 19:21). Injil mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan karena menjalankan Hukum Taurat, karena tidak seorang pun sanggup untuk melakukannya dengan benar. Setiap orang yang taat beragama berharap untuk menerima pengampunan dari Allah. Tujuan utama Al-Masih adalah bukan untuk membuat suatu hukum yang menghukum manusia tetapi untuk menyatakan kasih (anugerah) Allah terhadap manusia berdosa dan untuk membenarkan mereka secara cuma-cuma. Tujuh ratus tahun sebelum kelahiran Al-Masih, Nabi Yesaya bernubuat bahwa seseorang akan datang sebagai ganti kita, menderita untuk kita di bawah murka Allah (Yesaya 53:4-6)
Al-Masih menyelamatkan para pengikut-Nya dari kutukan Hukum Taurat dan membebaskan mereka dari penghakiman Hari Kiamat. Dia telah mendamaikan Allah dengan manusia dan memberikan manusia damai sejahtera yang kekal.

TANGGAPAN
Injil yang dimaksud uraian diatas adalah bible, kitab yang dianggap suci oleh Kristen. Al-Masih menyelamatkan dari kutuk hukum Taurat dengan menjadi kutuk, yaitu mati disalib…itulah salah satu kesesatan orang-orang Kristen, menganggap hukum Taurat adalah kutuk yang harus dihilangkan sedangkan Yesus berkata dalam Bible; “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:18)

TANDA DARI ALLAH
Isa dan ibu-Nya adalah tanda yang diberikan Allah kepada manusia (Sura 19:21; 21:91). Al-Masih tidak menerima sebutan unik “Tanda dari Allah” (Ayatollah) dari manusia, tetapi langsung dari Allah. Sebaliknya, tempat tertinggi dari Islam aliran Shi’ah hanya dapat diberikan pada pakar-pakar yang telah menerima gelar Ayatollah. Apa perbedaan antara Khomeini dan Al-Masih? Jurang antara kedua orang ini mustahil untuk dijembatani. Al-Masih menyembuhkan orang sakit, menyucikan orang kusta, membang-kitkan orang mati, memberi makan orang yang kelaparan, menghibur orang yang terkena musibah, mem-berkati musuh-musuh-Nya, menciptakan damai antara manusia dan Allah, dan menyelamatkan jutaan manusia dari kutukan Hari Penghakiman. Khomeini, sebaliknya, memimpin para pengikutnya kepada dua peperangan yang porak poranda di Irak dan Afghanistan, di mana jutaan orang Islam terbunuh, menjadi cacat, kehilangan rumah dan lingkungan hidup. Dia mengutuk setiap orang yang dia anggap musuh Islam. Khomeini dipilih oleh manusia sebagai tanda dari Allah kepada kaum Syiah yang kebanyakan bermukim di Iran. Tetapi Al-Masih adalah “Tanda dari Allah” yang sebenarnya bagi seluruh manusia.

TANGGAPAN
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al-Anbiyaa’(21):107)
Jibril berkata: “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (Maryam(19):21)
Jika para misionaris memahami kedua ayat di atas sudah tentu mereka tidak membanding-bandingkan Nabi Muhammad Saw dan Nabi Isa Al-Masih, karena keduanya dinyatakan oleh Allah “sebagai rahmat”. Nabi Muhammad Saw menjadi rahmat bagi semesta alam dan Isa Al-Masih As menjadi rahmat bagi manusia. Isa Al-Masih As menjadi tanda maksudnya menjadi salah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah.

SIAPAKAH YANG TERBESAR?
Muhammad
Muhammad mengalami beberapa penyiksaan di Mekah selama duabelas tahun. Tetapi setelah dia berimigrasi ke Medinah dalam tahun 622 M, segala sesuatunya menjadi berubah. Dia menjadi pemimpin yang sangat berpengalaman dalam politik, hukum dan peperangan. Dalam mata para pengikutnya, dia adalah kepala (Imam) dari seluruh umat percaya, dan Wakil Allah bagi kaum Muslim (al-Ummah).

Isa Al-Masih
Al-Masih merendahkan diri-Nya dan menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan banyak orang. Para pengikut Al-Masih tidak diharuskan untuk menderita baik di bawah Hukum Taurat maupun di bawah Syariat dari Muhammad. Mereka tunduk kepada rahmat dari Allah sebagaimana diungkapkan dalam Injil Al-Masih. Bahkan Al-Qur’an membenarkan hak istimewa yang unik ini kepada para pengikut Al-Masih (Sura 5:47). Siapa saja yang ingin mengerti Al-Masih harus merendahkan dirinya dan bertanya, Siapakah yang paling rendah hati? Al-Masih merendahkan diri-Nya dan memberikan diri-Nya sebagai tebusan bagi orang berdosa agar mereka dapat dibebaskan dari hukuman Allah, yang kemudian diubah menjadi orang yang percaya yang dipenuhi dengan kasih-Nya yang kekal.

Nabi Muhammad Saw dan Isa Al-Masih As adalah sama-sama Nabi Allah yang dmuliakan-Nya. Ukuran seseorang mulia bukanlah dipandang dari kedudukan dan kekuasan yang dipunyainya atau kehinaan yang ada pada dirinya. Jika Nabi Muhammad Saw yang di akhir hidupnya berhasil dengan gemilang mengislamkan sebagian besar arab tidak dianggap mulia oleh umat Kristen bagaimana mungkin mereka akan menyombongkan Nabi Isa Al-Masih yang tidak dapat mencapai prestasi gemilang membuat beriman orang-orang Israel akibat dari usaha pembunuhan orang-orang kafir yang sehingga Allah menyelamatkannya.

oleh ‎محمد رزقي‎ (Catatan) pada 5 Oktober 2012 pukul 20:07

Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger