Home » , » SAMPAI KAPANPUN YESUS TIDAK AKAN PERNAH MENJADI TUHAN

SAMPAI KAPANPUN YESUS TIDAK AKAN PERNAH MENJADI TUHAN

Written By Emye Yahya on Senin, 04 Maret 2013 | 07.18


Assalammu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Ada beberapa point penting lagi yang harus saya sampaikan kepada anda ( umat kristen )tentunya persoalan ini sudah menjadi umum yang sering diperbincangkan oleh islam dan kristen mengenai yesus. Langsung saja

1. Manusia dan Bukan Manusia

Yesus bukan Tuhan karena Yesus itu adalah manusia yang membutuhkan makan dan minum serta merasakan lapar.

“…Yesus merasa lapar” (Markus 11:12)

dan ia sendiri pun selalu mengaku sebagai Anak Manusia bukan Tuhan

“Sebab seperti Yunus yang menjadi tanda bagi orang Niniwe, demukian juga Anak Manusai menjadi tanda bagi angkatan ini” (Lukas 11:30)

“setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni’ (Lukas 2:10)
Jika yang dimaksud anak manusia adalah Yesus, maka Yesus bukan Allah sebab Allah bukan manusia.

“Allah bukanlah manusia sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia sehingga Ia menyesal” (Bilangan 23:19)

Jadi,

Allah = bukan Anak Manusia
Anak Manusia = Yesus Kristus
Allah= bukan Yesus Kristus

2. ”Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30)

Inilah ayat Injil yang dijadikan doktrin bagi umat Kristen untuk menyembah Yesus sebagai Allah: padahal Yesus pernah berucap:

“….,Sebab Bapa lebih besar daripada aku” (Yohanes 14:28)

yang lebih besar dari Yesus, tentu bukan Yesus

maka apakah makna Yohanes 10:30 sebenarnya?

Untuk mengerti arti ayat ini sebenarnya harus diambil konteks ayat dari 2 ayat sebelumnya.

“….dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan ku” (28)

“….dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (29)

“Aku dan Bapa adalah satu”(30)

Apakah kita terlalu buta untuk dapat menemukan kesamaan ayat 28 dan 29? Apakah Yesus dan Allah adalah satu dalam wujud, kekuasaan atau zat?

Jawaban sama sekali tidak
Kesamaan adalah terletak pada tujuan antara Yesus dan Allah, yaitu tidak akan memberikan kesempatan seorang pun untuk membuat orang yang beriman keluar dari keimanannya.

3. “Barang siapa telah melihat aku, maka ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9)

Ayat ini juga tidak kalah pentingnya dalam membentuk aqidah umat Kristen, dan bila ayat ini kita cerna,. Seperti wajah Yesus kah wajah Tuhan? tentu tidak. Sekarang mari kita jawab.

Apakah yang dilihat dari Yesus? Tentu wajah dan rupa beliau yang sempurna, selain itu?? Kelahiran beliau serta mukjizat-mukjizat yang telah dilakukannya.

- Yesus memiliki wajah dan rupa yang sempurna, berarti itu adalah hasil karya Allah sang Maha Pencipta. Jika tubuh Yesus sempurna, berarti Allah adalah sebaik-baiknya pencipta.

- Kelahiran Yesus sungguh luar biasa, tanpa benih dari seorang bapak, itu berarti adalah Allah Maha Kuasa karena dapat menetapkan kelahiran yang ajaib. Itu adalah hal yang mudah bagi Allah karena Dia pernah menciptakan Adam tanpa benih apapun.

- Yesus melakukan banyak mukjizat yang dahsyat, itu berarti Allah mengutus Yesus lebih besar dari yang Yesus lakukan.

Maka dari itu, ayat “Barang siapa yang telah melihat aku, maka ia telah melihat Bapa” bermakna,: Barang siapa yang telah melihat kesempurnaan rupaku, keajaiban kelahiranku, serta mukjizatku. Maka kamu juga harus berfikir, betapa besar dan dahsyatnya Dia yang mengutus aku.

4. Pengetahuan mutlak.

Sebagai Tuhan, siapapun ia harus mengetahui kadar ciptaannya. Begitu juga Yesus, yang oleh orang Kristen dianggap Tuhan, haruslah mengetahui kadar bumi ciptaannya, dan juga kapan hari kehancurannya. Tetapi berbeda dengan kesaksian kitab suci mereka sendiri yang menyebut Yesus dengan istilah “ANAK”, menyatakan bahwa Yesus tidak mengetahui kapan hari Kiamat.

“……..pada hari itu tiada seorangpun yang tahu, malaikat -malaikat di sorga tidak, Anak pun tidak, hanya Bapa saja”(Markus 13:32)

Apakah ada Tuhan yang tidak tahu hari kiamat kapan? Padahal yang menciptakan kiamat itu Dia. Maka dari itu, hanya Allah lah yang berhak jadi Tuhan.
“………karena Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji” (1 Samuel 2:3)

“……….karena Bapa mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepadaNya” (Matius 6:8)

5. Yesus, Firman Allah yang Hidup

“……firman itu telah menjadi manusia” (Yohannes 1:14)

Benarkah demikian??

Umat Islam dan Kristen sama-sama meyakini bahwa Yesus Kristus Yeshua Ha Masyiakh, Isa Al Masih, Isho d’Mashiha atau apapun namanya itu sebagai firman Allah, tapi memiliki pandangan berbeda terhadap konsep firman Allah tersebut.

Umat Islam meyakini Isa Al Masih yang berasal dari firman Allah yang hanya terdapat pada kata “Kun fayakun” (QS 3:47).
Tapi umat Kristen menganggap Yesus Kristus adalah firman Allah dari awal
pencipataan dunia, hingga akhir dunia yang tergenapi dalam diri Yesus sendiri. Maka ada tertulis:

“Segala sesuatu dijadikan oleh dia (firman) dan tanpa dia tiada satupun yang telah dijadikan dari yang telah dijadikan” (Yohannes 1:3)

Tapi umat Kristeen keliru menanggapi kata firman Allah, sebab jika firman Allah telah digenapi dalam diri Yesus sendiri, mengapa Yesus masih menerima firman dari Allah??

“……sebab segala yang engkau firman yang Engkau sampaikan kepada aku…..” (Yohannes 17:8).
Jika Yesus masih menerima firman berarti ia bukan firman sepenuhnya.

6. “Tuan “ yang diper-“Tuhan” kan.

Seperti yang kita tahu sendiri bahwa Yesus tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuahn tapi secara tidak langsung ia menerima bila orang lain dan murid-muridnya memanggilnya dengan kata “Tuhan’.

“Kata Thomas kepadanya: Tuhan, kami tidak tahu kemana engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ” (Yohannes 14:5).

“Kata Filipus kepadanya: Tuhan, tolong tunjukkan Bapa itu kepada kami……” (Yohannes 14:8).

Apakah kata “Tuhan” yang disebut mereka itu benar? Tidak,, Sebab kata “Tuhan” pada ayat-ayat di atas bukan benar-benar Tuhan, melainkan kesalahan penterjemahan ke dalam Bahasa Indonesia.
Kita lihat

“Legei auto Thomas : Kurie ouk oidamen tou upageis kai pos dunametha ton odon eidenai” (Yohanes 14:5, terjemahan Yunani)

“Legei auto Fillipos : Kurie deikson emin ton Patera kai arkei emin” (Yohanes 14:8, terjemahan Yunani)

5 قال له توما يا سيد لسنا نعلم اين تذهب فكيف نقدر ان نعرف الطريق.

“Qala lahu Tuumaa :ya sayyid lasinaa na’lamu aina tadzhab fakaifa naqdiru an na’rafuth thaariq” (Yohanes 14:5, terjemahan Arab)

Disini, baik terjemahan Yunani maupun Arab tidak menunjukkan bahwa Yesus dipanggil dengan sebutan Tuhan.

Sebab Kurie ataupun Sayyid memiliki arti yang sama yaitu Tuan bukan Tuhan, Lord bukan God. Begitu juga dengan halnya sebutan Tuhan bagi Yesus yang terdapat dalam ayat-ayat lain yang tersebar dalam Injil.

7. “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup….” (Yohannes 14:6)

Ayat emas yang mendukung ketuhanan yesus tapi memiliki banyak kerancuan dan bertentangan dari ayat2 lainnya. Inilah ayat yang paling sering orang-orang Kristen jika ingin menginjili orang-orang Muslim. Dari tampilan luar tak seperti dalamnya. Jika ayat ini diterima tanpa diteliti dulu maka akan menjurus kepada Iman Kristen. Tapi jika diteliti lebih dulu, maka isinya jauh dari pada itu.mari kita ulang ayat diatas denagn lengkap.

“akulah jalan dan kebenaran dan hidup,dan tidah ada yang datang kepada Bapa kecuali melalui aku” (Yohannes 14:6).

- Jika setiap orang Kristen Tritarian (Penyembah Trinitas) ditanya, kepada siapa anda menyembah??atau jika” siapakah Tuhan anda? Pasati mereka akan menjawab dengan yakin “Yesus Kristus”. D

alam kehidupan sehari-hari, apapun atau siapapun namanya Tuhan adalah tujuan dalam beribadah.

Jadi sebenarnya orang Kristen telah mengingkari ajaran Yesus sendiri. Karena iatelah mengaku sebagai jalan bukan sebagai tujuan.

Maka jika Yesus adalah tujuan , biasa saja satu tujuan mempunyai banyak jalan dan tidak heran umat Kristen pecah menjadi beribu sekte yang masing –masing sebagai yang benar.

Lain cerita jika tujuannya adalah ALLAH dan jalanya adalah yesus maka harus ajaran yesuslah yang diikuti, bukan Yesus yang disembah.

- Yesus adalah kebenaran, mengapa??? Karena pada saat Yesus bicara pada ayat ini (Yohanes 14:16), hanya Yesus lah -sebagai utusan- yang tahu rahasia dan kehendak ALLAH.

“dan janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hokum Taurat dan kitab para nabi, aku datang bukan untk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

Menggenapi?? Apa maksud kata “menggenapi” ?
Apakah Taurat telah tergenapi dalam diri Yesus?
Bukan

Menggenapi karena belum genap, membenarkan karena memang Taurat itu benar atau karena sudah tidak benar.

“Dan ingatlah tatkala ‘Isa Putra Maryam berkata’ Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan yang datang sebelumku yaitu Taurat….” (QS. As-Shaff:6)

Hal untuk menggenapi dan membenarkan Taurat, hanya Yesuslah sebagai utusan yang tahu, pada saat itulah makna Yesus adalah kebenaran.

- “Yesus adalah hidup, hidup seperti apa yang Yesus janjikan, tentu hidup yang kekal. Apakah dan bagaimanakah hidup yang kekal itu?

“Inilah hidup yang kekal itu yaitu mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3) lalu lihat Lukas 10:25-28.

Itulah makna “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”

Sebetulnya banyak yang ingin saya sampaikan, namun keterbatasan umat kristen masih banyak yang malas membaca, maka saya cukupkan hanya 7 point. Insya Allah bila ada kesempatan akan saya lanjutkan kembali.

Terima kasih, kurang lebihnya mohon maaf

Semoga bermanfaat

Wassalammu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger