Home » , » APA ITU HADIST QUDSI?

APA ITU HADIST QUDSI?

Written By Emye Yahya on Senin, 01 April 2013 | 23.20


Hadits Qudsi bukan Al-Quran, melainkan Hadits. Tentu keduanya berbeda sekali. Tapi Hadits Qudsi bukan Hadits biasa, melainkan Hadits yang isinya firman Allah SWT.

Mengapa harus ada Hadits Qudsi padahal sudah ada Al-Quran? maka sesungguhnya pertanyaan itu sama dengan pertanyaan: mengapa harus ada Hadits padahal sudah ada Al-Quran...

Jawabannya yaitu: "karena Al-Quran saja tidak cukup untuk menjelaskan semua kemauan Allah SWT kepada manusia. Sebab Al-Quran itu sangat terbatas jumlahnya. Padahal akan dihafal oleh banyak orang dan membacanya merupakan ibadah."

Kalau semua hal-hal kecil harus masuk ke dalam Al-Quran, maka tebalnya bisa mengalahkan ensiklopedia. Lalu, siapa yang akan baca Al-Quran? Dan kapan khatamnya?

Maka tetap dibutuhkan firman Allah SWT yang bukan dalam format Al-Quran. Formatnya Hadits, tetapi tetap beda dengan umumnya Hadits. Sebab materinya adalah firman Allah SWT.

Perbedaan antara Al-Quran dengan Hadits Qudsi:

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan Hadist Qudsi, di antaranya ialah:

A. Al-Quranul Kariem adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah dengan lafalnya. Dan dengan itu pula orang Arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Quran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahkan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, KARENA QURAN ADALAH MUKJIZAT YANG ABADI HINGGA HARI KIAMAT.

Sedang Hadits Qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

B. Al- Quranul-Karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan, "Allah telah berfirman", sedang Hadist Qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah Hadist Qudsi kepada Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan. Maka dikatakan, "Allah berfirman."

Dan terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah SAW tetapi nisbahnya adalah nisbah khabar, karena Nabi yang menyampaikan Hadist itu dari Allah, maka dikatakan: Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhan-Nya.

C. Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadist-hadist Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan.

Secara derajat keshahihan, ada kalanya hadist Qudsi itu sahih, terkadang hasan dan terkadang pula dha`if.

D. Al-Qurnanul Al-Karim bersumber dari Allah, baik lafaz maupun maknanya. Dia adalah wahyu.

Sedang Hadist Qudsi maknanya saja yang dari Allah, sedang lafadznya dari Rasulullah SAW. Maka Hadis Qudsi adalah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafadz. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis diperbolehkan meriwayatkan Hadits Qudsi dengan maknanya saja.

E. Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca di dalam salat.

`Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Qur`an itu`(QS. Al-Muzammil: 20).

Sedang Hadist Qudsi tidak disyariatkan untuk dibaca dalam salat. Alllah SWT memberikan pahala membaca Hadist Qudsi secara umum saja. Maka membaca Hadis Qudsi tidak akan memperoleh pahala sperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.

Begitulah, karena keduanya berbeda, maka masing-masing punya fungsi dan manfaat yang berbeda, sesuai dengan peranan masing-masing.

# Jumlah Hadîts-Hadîts Qudsi

Dibandingkan dengan jumlah Hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsi bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits.

Satu Contoh

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab Shahîh-nya dari Abu Dzarr radliyallâhu 'anhu dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkan beliau dari Allah Ta'ala bahwasanya Dia berfirman,

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا

"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan menjadikannya diantara kamu diharamkan, maka janganlah kamu saling menzhalimi (satu sama lain)." (HR.Muslim)

Lafazh-Lafazh Periwayatannya

Bagi orang yang meriwayatkan Hadîts Qudsi, maka dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:

1. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya 'Azza Wa Jalla

2. قال الله تعالى، فيما رواه عنه رسول الله صلى الله عليه وسلم
Allah Ta'ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam dari-Nya


Buku Mengenai Hadîts Qudsi

Diantara buku yang paling masyhur mengenai Hadîts Qudsi adalah kitab
الاتحافات السنية بالأحاديث القدسية (al-Ithâfât as-Saniyyah Bi al-Ahâdîts al-Qudsiyyah) karya 'Abdur Ra`uf al-Munawiy. Di dalam buku ini terkoleksi 272 buah hadits.

(Ada yang mau menambahkan?
Silahkan Tulis di komentar, ataupun di Wall....).

Wallahu a’lam bishshawab,
Wassalmu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger