Home » , » Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Alkitab (dan Al Qur'an)

Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Alkitab (dan Al Qur'an)

Written By Emye Yahya on Sabtu, 13 April 2013 | 12.45


31. Yesus pergi berdoa di Getsmani

“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36)

Sebenarnya jika mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa lagi doa ditujukan?

Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!
32. Yesus sedih, gentar dan terasa akan mati

“Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:37-38).

Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan.

Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.
33. Yesus sujud dan berdoa

“Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39).

Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?

Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
34. Yesus raja orang Yahudi

“Dan di atas kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” (Matius 27:37).

Pada zaman itu orang-orang bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, dapat dipastikan mereka akan menyembah dan takut akan dia, bukan malah menghukumnya. Mana mungkin ada manusia berani menghukum Tuhan! Tulisan : Inilah Yesus Raja orang Yahudi” menunjukkan bahwa dia itu hanya sebagai seorang pemimpin sukunya atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.

Sebelum Yesus lahir, Allah SWT telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus. Jadi yang lahir itu “orang” bukan “Tuhan”. Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33 sebagai berikut L:

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan
Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!
Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan atau dilahirkan, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat Al Ikhlash 3 sebagai berikut :

“Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.” (Al Ikhlash 3)

35. Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri

“Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata :”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata : Aku adalah Anak Allah.” (Matius 27:41-43)

Ayat ini sangat menarik, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari siksaan dan penderitaan, dan bisa turun dari salib. Kalau pada saat itu juga Yesus benar-benar bisa menyelamatkan dirinya, pasti para imam kepala dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus bisa menyelamatkan seluruh manusia di dunia???

Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!
Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
36. Yesus berseru panggil Tuhannya

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artina : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” (Matius 24:46).

Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :

Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
37. Yesus menyerahkan nyawanya

“Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” (Matius 27:50).

Begitu Yesus hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini menjai pertanyaan :

Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?
Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?
38. Yesus diberi kuasa oleh Tuhan

“Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.” (Markus 28:18)

Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??

Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
39. Yesus punya ibu dan adik-adik saudara sekandung

“Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya :”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau.” (Matius 3:31-32)

Ayat tersebut menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
40. Yesus anak seorang tukang kayu

“Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Markus 6:3)

Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.

Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
Yesus yang berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
41. Yesus mengaku dia seorang nabi

“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).

Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.

Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.
42. Yesus berdoa dan mengucap berkat

“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).

Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.

Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
43. Ramalan Yesus yang meleset

“Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).

Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.

Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.
44. Yohanes menyebut Yesus “Guru”

“Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).

Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang “Guru”.

Setiap yang dipanggil “guru” pasti bukan Tuhan.
Yesus dipanggil “guru” oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.
45. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik

“Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).

Yesus dipanggil “guru” oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”

Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.
46. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah

“Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).

Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?

Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.
47. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh

“Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :

Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.
48. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan

“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)

Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).

Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan TUhan.
Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan keapda Yakobus dan Yohanes.
Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, psati bukan Tuhan
Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.
49. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan

�Karena Anak Manusia  juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.� (Markus 10:45).

Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia  bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
50. Yesus orang Nazaret anak Daud

�Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: �Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!� (Markus 10:47).

Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang wakti itu hidup sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan �Tuhan�. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat ketuhanan sedikit pun.

Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan
Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger