Home » , » Peta Mimpi Yahudi Di Timur Tengah (1)

Peta Mimpi Yahudi Di Timur Tengah (1)

Written By Emye Yahya on Rabu, 10 April 2013 | 08.45


DI TAHUN 2006, The Armed Forces Journal merilis sebuah peta negeri-negeri muslim. Negeri-negeri di Timur Tengah dibagi berdasarkan etnis dan aliran kepercayaan. Angkatan bersenjata Amerika Serikat dan sekutunya berperan dalam pembentukannya. Persis seperti agenda Kelompok Neo Conservative.

Mari kita kembali ke satu hari di tahun 2006 itu, ketika suasana tegang menyelimuti Kota Quetta, ibukota Provinsi Baluchistan, Pakistan. Sejak kematian pemimpin gerilyawan nasionalis Baluchistan, Nawab Akbar Khan Bugti (79), se-rangkaian kerusuhan terjadi. Kerusuhan itu berawal dari gelombang protes atas serangan pasukan pemerintah yang menewaskan Bugti.

Khan Bugti dikabarkan tewas setelah gua persembunyiannya di kawasan Kohlu, sekitar 220 kilometer dari Quetta, runtuh akibat serangan udara dari pasukan pemerintah, Sabtu (26/8/2006) lalu. Serangan itu dilakukan pemerintah Pakistan untuk meredam tuntutan kaum Nasionalis Baloch pimpinan Bugti yang menginginkan pembagian yang lebih adil atas hasil alam yang diperoleh dari wilayah Baluchistan.

Selama puluhan tahun warga di wilayah yang kaya akan cadangan gas alam, tembaga dan uranium itu melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat. Presiden Pakistan, Jenderal Pervez Musharraf pun menggelar operasi militer untuk membungkam Bugti yang disebutnya hendak mendirikan negara Baluchistan. Kematian Bugti telah membakar kembali semangat perlawanan terhadap pemerintah pusat.

Ketua Partai Nasional Baluchistan, Mir Hasil Bizenjo menyebut kematian Bugti sangat berpengaruh terhadap situasi politik Baluchistan. Kebencian terhadap pemerintah pusat semakin meningkat dan upaya membentuk negara Baluchistan merdeka akan semakin gencar.


Jika hal ini terlaksana, maka apa yang direncanakan Ralph Peters dalam artikelnya yang dimuat The Armed Forces Journal edisi 20 Agustus 2006 itu benar-benar terbukti. Ralph Peter yang pensiunan letnan kolonel di Dinas Intelijen Angkatan Darat Amerika Serikat ini memaparkan rencana perubahan peta dunia Islam, termasuk munculnya negara Baluchistan merdeka.

Dalam artikel berjudul Blood Borders; How a Better Middle East Would Look itu, Peters menggambarkan negara-negara Islam yang terbentang dari Timur Tengah hingga Asia Selatan itu menjadi negara-negara baru. Pakistan akan kehilangan beberapa bagian dari wilayahnya, di antaranya lepasnya Ba luchistan menjadi negara sendiri, yang oleh Ralph Peters disebut dengan nama Free Baluchistan. Pakistan juga akan kehilangan wilayah North West Frontier (NWFP) yang akan bergabung dengan Afghanistan. Otomatis wilayah negara Pakistan nantinya hanya terbentang di sebelah timur Sungai Indus, dan sedikit daerah di sebelah baratnya, termasuk Karachi.

Dalam peta barunya itu, Peters membagi negara-negara berdasarkan garis suku yang mendiami wilayahnya. Alhasil negara-negara yang sudah ada sekarang terpecah menjadi negara-negara baru. Afghanistan misalnya, meski mendapat penambahan wilayah dari Pakistan, negeri ini harus kehilangan sebagian wilayah di sebelah baratnya yang dihuni penduduk yang beretnik Persia. Wilayah ini akan bergabung dengan sebagian wilayah Iran yang juga beretnik Persia.

Demikian pula dengan Iran, negeri para Mullah ini pecah berantakan menjadi beberapa negara kecil. Dalam artikel itu, Peters memberi nama negara- negara baru pecahan Iran itu dengan sebutan Unified Azerbaijan, Free Kurdistan, Negara Arab Syiah dan Free Baluchistan. Iran sendiri akan menjadi negara yang penduduknya beretnis Persia. Dalam peta rekaan Peters, wilayah Iran hanya berupa sejumput wilayah di sekitar Herat, yang sekarang masuk ke dalam teritori Afghanistan. Secara historis dan kebahasaan wilayah tersebut memang mendapat pengaruh kuat dari bangsa Persia.



Hal yang sama juga berlaku bagi Uni Emirat Arab. Beberapa negara bagiannya disebutkan akan bergabung dalam Negara Arab Syiah. Sementara wilayah lainnya yang oleh Peters disebut menerapkan budaya hipokrit, seperti Dubai, Kuwait dan Oman akan tetap berstatus seperti statusnya saat ini.

Negara Arab Syiah ini akan terbentuk di sebagian besar wilayah Irak bagian selatan, termasuk sebagian wilayah Arab Saudi dan Iran yang terletak di sepanjang pesisir Teluk Persia. Wilayah ini memang dihuni oleh kaum Syiah. [habibi/saksi/islampos]

BERSAMBUNG....


Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger