Home » » Victoria: "Memeluk Islam Sungguh Menakjubkan, Tidak Bisa Dijelaskan"

Victoria: "Memeluk Islam Sungguh Menakjubkan, Tidak Bisa Dijelaskan"

Written By Emye Yahya on Selasa, 02 April 2013 | 10.36


Fiqhislam.com - Wawancara bersama Victoria dari Kanada

Pengacara: Apa perasaan anda setelah memeluk agama Islam?

Victoria: Menakjubkan, … tidak bisa dijelaskan.
Adakalanya ketika orang menyentuh kehidupan saya, atau saat Allah menyentuh saya, itu merupakan satu perasaan yang tidak pernah terpikir oleh saya. Ia seperti luapan yang tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan yang pernah saya alami selama ini.

P: Apakah perbedaannya?

Victoria: Saya menjadi orang lebih sabar, lebih memahami, dan lebih menerima. Saya tidak lagi takut dengan mati seperti sebelumnya saya tidak mempercayai apa-apa selepas kematian, inilah yang kita punyai dan selepas mati, semuanya berlalu. Apa saja yang anda lakukan maka itulah yang berlaku.

Tetapi kini apa saja yang tidak saya lakukan sekarang, saya akan dapat melakukannya kemudian. Ia seperti masa yang tidak ada batasnya, ini membuat upaya menahan diri dari perkara-perkara yang tidak harus kita lakukan lebih mudah untuk diketahui dan ini menjadi 10,000 kali lebih baik dari apa yang dapat kita bayangkan selepasnya. Saya hanya menjadi lebih damai dalam kehidupan sehari-hari, saat berhadapan dengan orang dan kerja saya.

P: Bagaimana Islam telah mengubah hidup keseharian anda?

Victoria: Saya menjadi seorang wanita yang lebih sopan. Saya tidak perlu membuang waktu seperti dulu. Saya menjadi lebih teratur karena shalat. Saya menunaikan shalat lima kali sehari dan saya harus bangun subuh, dan saya juga harus memastikan bahwa saya berada dalam kondisi pikiran yang baik lima kali sehari. Hanya 15 menit lima kali sehari bisa membuat saya menjadi tenang, membuat anda merasa lebih nyaman.

Dan apa saja problema yang anda miliki sebelum ini, ketika anda ke masjid seolah-olah semuanya hilang dan telah diatasi. Anda akan dapat merasakan bahwa ada solusi untuk mengatasinya. Sebelum ini saya hanya bergantung pada diri saya sendiri, tetapi kini saya tahu bahwa ada yang sedang mengawasi diri saya setiap detik dan setiap detail kehidupan saya. Ini membuat saya merasa sehat. Ketika saya melihat orang lain berhadapan dengan masalah dan mereka tidak meminta pertolongan dari Allah, saya seperti ingin meminta mereka,"Pergilah shalat!" Janganlah shalat sekarang saja dan kemudian meninggalkannya ketika anda tidak bermasalah. Berdoalah dan keluarkan diri anda dari semua masalah dan lihat sendiri kuasa Allah dan teruslah, karena setiap kali anda berdoa saat menghadapi masalah, ia akan diatasi dengan mudah. Karena anda menyerahkan diri anda pada Allah. Allah akan membantu kalian.

P: Kesulitan yang terbesar?

Victoria: Saya pikir dari awal, saya harus mengubah kehidupan saya 360 derajat. Jika saya memberitahu kepada anda bahwa saya akan menjadi Muslim sekarang, dan saya tidak akan melakukan perbuatan haram dan saya akan bekerja ke arah tujuan yang berbeda, sudah pasti saya tidak akan mempercayai diri saya. Perubahan yang berlaku beberapa tahun ini, merupakan kesulitan terbesar saya, untuk mengubah carapikir ke konsep yang sama sekali berbeda sekarang.

Hal ini seperti anda tidak lagi hidup untuk diri dan keluarga anda, tetapi anda hidup untuk seluruh semesta alam. Dan menjadi seorang muslim, seperti muslim lain akan memberitahu kepada anda bahwa Allah mencintai mualaf lebih dari mereka yang lahir dalam Islam, karena saya rasa bahwa saya telah dikaruniakan pemberian ini. Allah sepertinya telah menyelamatkan saya dan memberikan saya karunia indah Islam kepada saya. Jika saya tidak mengapresiasi atau menghormatinya seolah-olah saya telah 10,000 kali tidak menghormati Allah lebih dari mereka yang lahir dalam Islam.

Maka saya berusaha untuk berhadapan dengannya ketika saya merasa bersalah, saat saya jatuh. Semua orang mengatakan bahwa Islam itu mudah, tetapi saya sama sekali tidak ingin menganggapnya mudah. Karena jika saya berpikir seperti itu tentu saya menjadi malas. Mereka berkata senantiasa ada jalan dan senantiasa ada alasan selagi anda punya niat untuk melakukan kebaikan, tetapi saya pikir kita tidaklah seharusnya mengambil mudah karena kita telah dikaruniakan pemberian yang indah. Tidak banyak orang lain yang beruntung dapat melihat masyarakat penyayang, pengasih dan dermawan yang dibentuk oleh Islam jika ia dilakukan dengan benar.

P: Adakah anda mendapat bantuan atau dukungan dari Muslim lain?

Victoria: Ya, saya memang mendapat dukungan dari Muslim lain. Adakalanya memang saya merasakan bahwa setiap Muslim yang saya temui ingin memberikan saya sesuatu yang berbentuk tasbih atau sajadah atau sebuah al-Quran, atau nasihat. Saya memiliki lima terjemahan al-Quran yang berlainan. Saya juga mempunyai al-Quran terjemahan tahun 1980-an! Saya mendapat berbagai hadiah cantik dan lucu serta dukungan dari setiap Muslim.

Ketika saya memberitahu mereka bahwa saya seorang mualaf, wajah mereka berseri, dan mereka berkata "Masya Allah, saya sangat gembira menemui anda." Mereka menyambut saya dengan baik, mereka memeluk saya seraya berkata "Jika anda memerlukan apa-apa, teleponlah kami dan jika anda inginkan nasihat, atau apa saya yang anda perlukan."

Saya berasal dari Kanada, kami memiliki cita rasa bermasyarakat yang baik seperti kalau ada seseorang yang lalu di jalan, kami akan saling menyapa. Ini seperti apa yang diajarkan oleh Islam, tetapi apa yang diajarkan Islam memang menakjubkan, Masya Allah. Orang begitu gembira anda melihat anda memeluk agama Islam dan mereka juga minta anda berdoa untuk mereka. Mereka gembira karena melihat seseorang telah diselamatkan dari kegelapan.

P: Adakah anda perlu lebih bersabar sekarang?

Victoria: Tidak, saya tidak lagi perlu banyak bersabar. Sebelum ini saya pikir saya perlukan begitu banyak, tetapi karena saya mengambil semua hal lebih mudah sekarang ini maka saya tidak merasa tertekan. Ini semua merupakan ujian. Ini bukanlah jalan terakhir. Maka apa saja yang berlaku dalam kehidupan ini, saya tidak merasa begitu tertekan.

P: Bagaimanana dengan rasa marah anda?

Victoria: Saya merasa lebih tenang. Saya melihat banyak hal yang terjadi baru-baru ini yang biasanya akan membuat saya berang, tetapi saya mengingatkan diri saya untuk menarik nafas dan merasakan bahwa ia bukanlah suatu hal yang besar.

P: Anda seorang yang keras kepala?

Victoria: Ya saya mengaku bahwa saya memang seorang yang keras kepala. Saya tidak akan mengaku salah. Tetapi karena saya sedang memijak di atas sesuatu yang saya hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali. Dulunya saya sekadar mengetahui sedikit tentang Islam. Saya mengenali banyak orang muslim.

Karena saya tidak banyak mengetahuinya, maka saya lebih banyak menerima penjelasan dari orang lain, karena saya sering mencari informasi baru tentang Islam, seperti jika saya menemui seseorang yang pintar dan mempunyai pengetahuan yang banyak, saya pasti akan mengajaknya berbicara dan mendengar segala penjelasan darinya tentang Quran, hadis atau sejarah Islam, bagaimana ia berubah hari ini, atau apa saja topik yang bisa diajak bicara.

Saya berharap saya tidak lagi kembali seperti dulu ketika saya berpikir bahwa saya punya pengetahuan yang banyak. Saya tidak pikir demikian. Saya telah belajar pelajaran yang penting karena adalah baik jika seseorang itu mengaku yang dia bersalah dan menerima nasihat atau informasi yang baik dari sumber-sumber yang diakui, bukan dari sebarang orang. Anda haruslah pintar karena ramai sekali orang yang tidak berpengetahuan.

P: Adakah Muslim menyebarkan Islam dengan baik?

Victoria: Saya pikir memang sulit untuk mengajak orang masuk Islam, seperti mendapati bahwa kisah saya sangat menakjubkan, mungkin saja mereka yang berminat dengan Islam mendapatinya menarik, tetapi bukan tugas kita untuk mengubah orang, karena hanya Allah yang bisa melakukannya. Anda bisa memberikan seseorang sejuta bukti mengapa Quran 100 persen benar dan merupakan kitab Allah yang terakhir, begitu juga dikarenakan sikap keras kepala mereka dan hijab yang telah menutup hati-hati mereka oleh Allah, maka kita tidak akan dapat mengangkatnya.

Tetapi, adalah tugas kita untuk memberikan informasi yang benar, dan kita haruslah menunjukkan bagaimana seorang Muslim sejati itu dan di mana kebenaran Islam berada. Tetapi jika mereka memang tidak ingin berubah, maka tidak ada apa-apa yang bisa kita lakukan. Dan saya pikir di sinilah bagian yang paling sukar. Seandainya anda menemukan seseorang yang punya hati terbuka, anda bisa saja melakukan yang terbaik, bukan menolak, bukan memaksa, karena barang siapa yang dipaksa tidak akan dapat melakukannya dengan baik.

Saya telah melihat sendiri apa yang berlaku baru-baru ini. Ada seorang pria memeluk agama Islam karena pacar perempuannya, dan saya masih melihat dia mengenakan kalung salib, dia juga tidak menjaga shalatnya. Saya melihat  dia juga tidak lagi hadir di masjid. Saya pikir Islam bukanlah pilihannya maka dia tidak dapat merasakan semangat sejati ketika masuk Islam. Saya memeluk Islam karena saya benar-benar menyakini bahwa ia merupakan pilihan saya.

Banyak sekali orang yang memberitahu saya tentang Islam sebelum ini, tetapi saya tidak pernah peduli. Saya seperti mengatakan: "Saya tidak akan bergabung dengan Islam, ini tidak ada kaitan dengan diri saya, dan semuanya hanyalah tipu daya semata. Astaghfirullah….semoga Allah mengampuni saya. Saya pikir jika seseorang itu benar-benar ingin mengetahui dan membuka hati mereka, kita haruslah menunjukkan mereka kebenaran dan memberitahu mereka kisah kita sendiri dan mengunakan Quran untuk mendukung kita karena orang lebih mempercayai dengan apa yang mereka lihat, dari apa yang sekadar mereka mengetahui dari buku. [yy/rimanews]

Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger