Home » , » Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Alkitab (dan Al Qur'an) - 2

Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Alkitab (dan Al Qur'an) - 2

Written By Emye Yahya on Sabtu, 13 April 2013 | 12.48


51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya

�Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: �Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini.� (Markus 11:1-3).

Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.

Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.

Setiap yang menyuruh melakukan hal yang tidak terpuji, pasti bukan Tuhan.
Yesus menyuruh melakukan hal tidak terpuji, berarti Yesus bukan Tuhan.
52. Yesus datang atas nama Tuhan

�Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :�Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan�(Markus 11:9).

Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan sus dengan ucapan �Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan�.� Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. �Hosana� berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?

Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diberkati dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan.
Yesus datang dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
53. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara

�Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia  tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :�Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya?� Dan murid-muridnya pun mendengarnya.� (Markus 11:1214).

Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.

Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan.
Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak tahu musim berbuah, pasti bukan Tuhan
Yesus tidak tahu musim berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak mengetahui dari jauh pohon itu berbuah, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak mengetahui dari jauh kalau pohon itu berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
54. Yesus berikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa

�Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: �Hukum apakah yang paling utama?� Jawab Yesus : �Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.� (Markus 12:28-29).

Dihadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum (Trinitas) tetapi Yesus katakana bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan dua atau tiga Tuhan.

Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.
55. Yesus tidak tahu kapan kiamat

�Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.� (Markus 13:32).

Yesus memberikan kesaksian dengan jujur, bahwa tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat juga tidak ada yang tahu, dia sendiripun tidak tahu, kecuali Allah. Sebagai seorang anak manusia, karena Yesus hanyalah seorang nabi atau rasul, maka sangat wajar jika dia tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, karena itu adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa :

Setiap yang tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang mengaku bahwa hanya Bapa (Allah-nya) saja yang tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
Yesus mengaku hanya Bapa (Allah-nya) sajayang tahu datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.
56. Yesus termasuk orang durhaka

�Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : �Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.� (Markus 15:28)

Sungguh ironis sekali jika Yesus digolongkan termasuk dari antara orang-orang yang durhaka. Yesus (Nabi Isa as) itu orang mulia, utusan Tuhan, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan dia adalah orang yang suci. Sangat tidak wajar jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.

Dapat dipastikan, bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab, mereka mengakui bahwa setiap ayat yang di kurung kurawal, pasti tidak asli atau ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang di kurung kurawal, seperti itu sudah dihilangkan. Didalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang di kurung kurawal, yang diakui ayat sisipan atau tidak asli.

Setiap yang terhitung di antara orang-orang durhaka, pasti bukan Tuhan.
Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka, berarti Yesus bukan Tuhan.
Jika penulis Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa) terhitung diantara orang-orang durhaka, justru Al Qur�an sangat membela Yesus (Nabi Isa) dengan memuliakannya, sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :

(Jibril) berkata, �Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.� (Qs 19 Maryami 19).

Perlu diketahui, kitab suci Al Qur�an yang umumnya tidak diakui oleh umat Kristiani, justru sangat membela Nabi Isa (Yesus), karena Yesus (Nabi Isa) adalah nabi kami umat Islam juga. Jadi Al Qur�an membela dan mendudukan Nabi Isa as (Yesus) sesuai pada porsinya sebagai hamba Allah yang suci.

57. Kata Malaikat bahwa Yesus adalah orang Nazret

�Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat) itu berkata kepada mereka: �Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.� (Markus 16:5-6)

Pada ayat tersebut, malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat saja tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanyalah manusia biasa yang berasal dari Nazaret. Dan malaikat juga tahu bahwa Yesus itu dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya. Ini membuktikan, Yesus itu bukan Tuhan.

Siapapun orang yang berasal dari Nazaret, pasti dia itu adalah manusia, dan bukan Tuhan.
Yesus orang dari Nazaret, berarti Yesus itu orang, bukan Tuhan.
Setiap yang dibangkitkan Tuhan dari kuburnya, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkan diriny dari kubur?
58. Yesus duduk disebelah kanan Allah

�Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah.� (Markus 16:19).

Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus/Nabi Isa as) ke langit adalah Allah itu sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut :

Setiap yang diangkat ke surga, pasti yang mengangkatnya, yaitu Tuhan.
Yesus di angkat ke surga oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang duduk disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan,
Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Jika Yesus itu Tuhan, dan kemudian dia duduk di sebelah kanannya Tuhan, kalau begitu siapa yang disebelah kirinya itu, Tuhan juga?

59. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus

�Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engaku menamai Dia Yesus.� (Lukas 1:31).

Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama lebih kurang sembilan bulan.

Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
Nubuat kelahiran Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Qs 19:19 seperti yang telah kami kemukakan diatas tadi.

Al Qur�an menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam sebagaimana dinyatakan pada Qs 3 Ali Imran 59 berikut ini :

�Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, �Jadilah� maka jadilah dia.� (Qs 3 Ali Imran 59)

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa :

Setiap yang dijadikan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus dijadikan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
60. Yesus lahir di kota nabi Daud

�Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.� (Lukas 2:11)

Ayat tersebut adalah ucapan dari Malaikat di padang kepada para gembala ternak, yang mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir telah dilahirkan seorang juruselamat yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Siapa saja yang dilahirkan di kota Daud, pasti bukan Tuhan.
Yesus dilahirkan di Kota Daud, berarti Yesus bukan Tuhan.
Rasanya ayat tersebut (Lukas 2:11) tadi, janggal sekali, sebab bagaimana mungkin Malaikat bisa mengatakan telah lahir Kristus, Tuhan. Dalam berbagai terjemahan Alkitab yang berbahasa Inggris, Yesus itu diterjemahkan dengan kata Lord, sementara Tuhan (Allah) diterjemahkan dengan kata God. Sebenarnya dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord berarti Tuan, bukan Tuhan! Dalam pengertian apa pun kata �Tuan� tidak sama dengan kata �Tuhan�. Contoh dalam berbagai Alkitab versi bahasa Inggris ayat tersebut berbunyi sebagai berikut :

Alkitab King James Version

�For unto you is born this day in the city of David a Savior, which is Christ the Lord.�

Alkitab today�s English Version.

�This very day in David�s town your Savior was born-Christ the Lord!�

Alkitab Contemporary English Version.

�This very day in King David�s hometown a Savior was born for you. He is Christ the Lord.�

Alkitab Revised Standard Version mengatakan :

�For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.�

Alkitab the Reader�s Digest Bible :

�For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.�

Dari kelima versi Alkitab bahasa Inggris ini, semuanya menyebut yesus dengan kata �Christ the Lord,� bukan �Christ the God.� Lord (tuan) sedangkan God (Tuhan).

61. Yesus mempunyai orang tua

�Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.�

Ayat tersebut menceritakan bagaimana Yesus yang masih anak-anak setiap tahun dibawa oleh orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika itu Yesus baru berumur dua belas tahun. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kedua orangtuanya yang lebih mengetahuinya daripada para penulis Injil. Tetapi kedua orangtuanya tidak pernah mengatakan atau memberi kesaksian bahwa anak mereka adalah Tuhan. Bahkan sampai keduaorangtuanya mati, tidak sekalipun mereka mengatakan bahwa anak mereka itu adalah Tuhan yang harus disembah oleh umat manusia.

Setiap yang mempunyai orang tua, pasti bukan Tuhan.
Yesus mempunyai orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang diasuh oleh orangtuanya, pasti bukan Tuhan.
Yesus diasuh oleh kedua orangtuanya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang pernah berumur 12 tahun, pasti bukan Tuhan.
Yesus berumur 12 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan. Sebab Tuhan tidak mengenal umur atau usia.
62. Yesus dikhitan atau disunat

�Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya.� (Lukas 2:21).

Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Maryam) mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi :

�Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun �.�

Jika Yesus itu Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan.

Setiap yang bersunat, karena mengikuti perintah Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dikandung oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
Yesus dikandung oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.
63. Yesus diserahkan kepada Tuhan

�Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hokum Tuhan: �Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.� (Lukas 2:22-23).

Menurut Alkitab setiap anak lak-laki harus ditahirkan (disucikan) menurut Hukum Taurat Musa, termasuk Yesus harus mengikuti hokum taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, apakah perlu Tuhan harus disucikan dan dikuduskan lagi? Jika Yesus itu Tuhan, berarti dia sendiri Yang Maha Suci dan Maha Kudus bukan? Timbul pertanyaan, apakah Tuhan perlu disucikan dan dikuduskan lagi oleh Tuhan??

Setiap yang diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang dikuduskan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus dikuduskan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
64. Yesus dipanggil �Anak� oleh kedua orang tuanya

�Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah merea, lalau kata ibunya kepadanya: �Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas mencari Engkau.� (Lukas 2:48).

Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan �nak�, berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.

Setiap yang punya orang tua, pasti bukan Tuhan.
Yesus punya orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap orang yang dipanggil �anak�, pasti bukan Tuhan.
Yesus dipanggil �anak�, berarti Yesus bukan Tuhan.
65. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah

�Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan sema perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.� (Lukas 2:51-52)

Ayat tersebut mengisahkan tentang perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus. Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya yang mengandung, melahirkan dan merawatnya.

Setiap yang diasuh oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
Yesus diasuh oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang tumbuh semakin besar, pasti bukan Tuhan.
Yesus tumbuh semakin besar, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang semakin dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tahun.
Yesus semakin dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
66. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun

�Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.� (Lukas 3:23).

Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah  Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??

Tentu menjadi pertanyaan, sebelum berumur tiga puluh tahun, apa saja yang dia kerjakan? Di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus mulai berdakwah pada usia dua belas tahun dan selama 17 (tujuh belas) tahun hilang riwayat-Nya dalam Alkitab. Dan baru pada usia tiga puluh tahun muncul memulai pekerjaannya.

Lebih aneh lagi bagaiman penulis Alkitab menulis �menurut anggapan orang� ia adalah anak Yusuf, anak Eli �� Sangat tidak masuk akal jika ayat tersebut adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan memberikan wahyunya berdasarkan �menuru anggapan orang�.

Setiap yang memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, pasti bukan Tuhan.
Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang hanya �menurut anggapan orang�, pasti bukan Tuhan.
Yesus dikatakan �menurut anggapan orang� berarti Yesus bukan Tuhan.
67. Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai iblis

�Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari  sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ ia tinggal empat puluh hari empat lamanya dan dicobai iblis. Selama disitu ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu ia lapar.

Dikisahkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama dicoba, Yesus berpuasa empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, setelah itu barulah Yesus merasa lapar. Jika Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itupun Tuhan juga, berarti Tuhan dibawa oleh Tuhan. Yang lebih aneh lagi, yaitu Tuhan kok dicobai Iblis. Mestinya Tuhan mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mustahil merasakan lapar.

Setiap yang dibawa Roh Kudus, pasti bukan Tuhan.
Yesus dibawa oleh Roh Kudus, berarti Yesus bukan Tuhan
Setiap yang dicoba oleh Iblis, pasti bukan Tuhan.
Yesus dicobai oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap yang merasakan lapar, pasti bukan Tuhan
Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
68. Roh Tuhan ada pada Yesus yang mengaku sebagai Utusan Tuhan

�Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik keapda orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku.� (Lukas 4:18).

Ayat ini seperti ucapan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Roh Tuhan ada dalam dirinya dan katanya Tuhan telah mengurapinya. Padahal ayat tersebut sebenarnya bukan ucapan Yesus, tetapi tulisan yang dibacakan dalam kitab Nabi Yesaya 61:1 yang sebenarnya bukan ditujukan kepada dirinya. Perhatikan bunyi kitab Yesaya 61:1 sebagai berikut :

�Roh Tuhan Allah adau padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi Aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara �..

Kata-kata �padaku� dan �Aku� dalam injil Lukas 4:18 pakai huruf capital, adalah kata ganti untuk pribadi Yesus. Sementara kata-kata �padaku� dan aku dalam kitab Yesaya 61:1 memakai huruf kecil, adalah bukan ditujukan kepada Yesus, karena saat itu Yesus belum lahir.

Seandainya injil Lukas 4:18 tersebut ditujukan kepada Yesus, kesimpulannya adalah sebagai berikut :

Setiap yang diberi Roh oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diberi Roh oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Yesus diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan
Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
69. Yesus orang Nazaret yang kudus dari Allah

�Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:�Hai Engkau, Yesus orang nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.� (Lukas 4:33-34)

Manusia jaman dahulu yang hidup se zaman dengan yesus, tahu bahwa yesus bukan Tuhan. Orang yang kerasukan setanpun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan dia adalah orang yang berasal dari Nazaret dan orang kudus yang datang (diutus) oleh Allah. Jika mereka tahu Yesus adalah Tuhan, tentu teriakan mereka berbunyi, �Hai Engkau Tuhan, Engkau adalah Tuhan kami.�

Setiap orang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
Setiap orang kudus yang datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
Yesus orang kudus yang datang dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
70. Yesus bersama ibu dan saudara kandungnya

�Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kapada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: �Ibu-Mu dan saudara-saudar-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.�Tetapi ia menjawab mereka: �Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengar-kan firman Allah dan melakukannya. � (Lukas 8:19-21)

Ayat diatas ini menceritakan bahwa ibunya dan saudara-saudaranya  sedang mencari Yesus. Setelah ketahuan dimana Yesus itu berada, seseorang memberitahukannya kepada Yesus bahwa ibunya dan saudara-saudaranya ingin bertemu dengannya. Tetapi Yesus menjawab pada orang tersebut, �Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka, yang mendengarkan firman

Allah dan melakukannya.� Jawaban Yesus yang tidak mencerminkan sebagai seorang anak yang sholeh. Ucapan Yesus tersebut sangat merendahkan ibu dan saudara-saudaranya. Makna-nya sama saja Yesus mengatakan bahwa mereka (ibunya dan saudara-saudaranya) bukan orang-orang yang mendengar dan melakukan perintah Allah. Atau sama saja bahwa Ibu-nya dan saudara-saudaranya tidak termasuk orang-orang yang taat pada Allah Na�udzubillahimindzalik!!.

Setiap yang punya ibu dan saudara-saudara kandung, pasti bukan Tuhan.
Yesus punya ibu dan saudara kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger