Home » » BAGAIMANAKAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMATAN LIL’ALAMIN???

BAGAIMANAKAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMATAN LIL’ALAMIN???

Written By Imam Awaludin on Rabu, 11 Desember 2013 | 21.52

Firman Allah swt pada Surat Al anbiya ayat 107
وما أرسلناك الا رحمة للعالمين
Artinya : Dan tidaklah Kami mengutus engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi sekalian alam
Menurut Syekh Ahmad Ashshowi dalam tafsirnya vol 3, hal 76 sebagai berrikut:
انه نفس الرحمة............
Sesunguhnya beliau (Nabi Muhammad) itulah diri rahmat, sebagaaimana telah jelas bahwa para Nabi itu dijadikan dari rahmat, sedangkan Nabi kita adalah diri rahmat itu sendiri.
Ingatlah, bahwa risalah para Nabi sebelum junjungan kita Nabi Muhammad adalah khusus untuk kaumnya saja. Sedangkan risalah Rasulullah saw adalah untuk seluruh alam semesta raya. Inilah khushusiyyah dan maziyyah Beliau junjungan kita.
Nabi Muhammad saw adalah rahmat untuk agama dan dunia.
  1. Rahmat untuk agama, karena beliau diutus tatkala manusia sedang berada dalam kemelut kebodohan dan kesesatan. Dan dua Ahli Kitab sedang kebingungan tentang urusan agama mereka, karena sudah terlalu lama berdiam mereka, dan terputus kemutawatiran (sumber mayoritas)  mereka, dan terjadi kontradiksi-kontradiksi dalam kitab-kitab mereka, maka Allah swt mengutus Nabi Muhammad saw ketika para pencari kebenaran tak tahu jalan menuju kebahagian dunia akhirat, maka Rasulullah mengajak mereka ke jalan yang hak, dan menjelaskan kepada mereka jalan memperoleh pahala, dan mensyariatkan untuk mereka hokum-hukum, dan membedakan antara yang halal dan haram. Yang akan memperoleh manfaat rahmat ini hanyalah jiwa-jiwa yang bertujuan menetapkan yang hak, dan tidak condong kepada ikut-ikutan dan tidak pula ingkar dan sombong.
  2. Rahmat untuk dunia, karena manusia memperoleh keselamatan dengan sebab beliau dari banyaknya kehinaan, peperangan dan mereka mendapatkan pertolongan dengan berkah agamanya.

Mumkin anda bertanya: Benarkah NAbi Muhammad datang sebagai rahmat, padahal beliau datang dengan pedang dan menghalalkan harta benda (rampasan perang)???
Jawabnya: Beliau Nabi Muhammad datang dengan pedang trhadap orang-orang yang takabbur, sombong, ingkar dan tak mau berpikir dan memahami.
Bandingannya, bahwa sebagian sifat Allah adalah Arrahman Arrahim, tetapi Allah menyiksa orang-orang yang durhaka dengan sifatNya Syadidul’adzab. Lagipula, air yang turun dari langit itu membawa berkah, tapi air terkadang membawa kerusakan juga. (y)
Perlu diingat-ingat lagi, tiap-tiap Nabi sebelum Nabi Muhammad saw, jika kaumnya mendustai mereka, maka langsung dibinasakan Allah dengan cara ditelan bumi, dirubah rupa, ditenggelamkan dilaut (Qs. Al’Ankabut 40)
Sedangkan bagi manusia yang mendustakan terhadap Nabi Muhammad, maka Allah tunda penyiksaannya sampai hari kiamat. Firman Allah dalam Surat Al anfal ayat 33
وماكان الله ليعذبهم وأنت فيهم
Dan tidaklah Allah mengadzab mereka (orang-orang yang ingkar), sedang engkau (Muhammad) berada ditengah mereka.
Di antaranya pula, jungjungan kita Nabi Muhammad saw adalah sehebat-hebat dan seagung-agungnya budi bekerti/akhlak, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al qolam ayat 9
وانك لعلى خلق عظيم
Dan sesungguhnya engkau berada dalam perangai yang agung
Abu Hurairah mengatakan: Pernah suatu ketika Rasulullah diminta agar menyumpahi/melaknati orang-orang musyrik. Beliau menjawab
انما بعثت رحمة ولم ابعث عذابا
Hanya sanya aku diutus sebagai rahmat, dan tidaklah aku diutus sebagai adzab
Referensi: Al-quran Alhadis Tafsir Ashowi Imam Ahmad Taudhihul adillah Syekh Syafi’I
===============
Sumber : FitnahKafir
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Isi Post Dzul Kifayatain

Translate

Topics :
 
Support : emye Blogger Kertahayu | kanahayakoe | Shine_83
Copyright © 2013. Dzul Kifayatain_Tis'ah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger